-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lintas-7
    Lintas-7

    Menu Bawah

    Iklan

    Cerita Kepanikan Warga Bencana Longsor Di Ciseupan Kecamatan Simpenan Sukabumi

    lintas-7
    12 March 2025, 13:31 WIB Last Updated 2025-03-12T06:32:04Z

    Nurkholis. Jurnalis


    Foto. bencana longsor dahsyat melanda Kampung Ciseupan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.


    Lintas-7.com - Sukabumi. Pasca bencana longsor dahsyat melanda Kampung Ciseupan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/3/2025). 


    Longsor yang menerjang Kedusunan Kaung Luwuk ini mengakibatkan lebih dari 10 rumah hancur dan menciptakan 16 titik longsor parah.


    Sebanyak 17 kedusunan, 3 RW, dan 14 kampung terdampak dalam bencana ini. Kampung Ciseupan mengalami kerusakan paling parah dengan material longsor berupa bebatuan, pasir, dan lumpur yang menimbun rumah-rumah warga hingga setinggi sekitar 4 meter.


    Sujatna (50), salah seorang warga yang menjadi korban, menceritakan kejadian mengerikan itu. “Saat itu saya mau ke masjid habis adzan Isya. Tiba-tiba longsor datang, saya langsung menyelamatkan diri bersama keluarga,” ungkapnya. Rabu (12/3/2025).


    Menurut Sujatna, suara batu besar yang jatuh dari bukit sempat terdengar sebelum longsor menghantam perkampungan. Hal tersebut membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. “Semua warga langsung lari menyelamatkan diri. Alhamdulillah gak ada korban jiwa. Rumah saya sendiri sudah tertimbun tanah, pohon karet, dan batu setinggi 4 meter,” jelasnya.


    Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor dari Bukit Ciseupan bahkan mengubah aliran sungai yang kemudian menghantam rumah-rumah warga.


    Sujatna mengaku hanya bisa pasrah menyelamatkan diri bersama istri dan anaknya. “Kami cuma bisa lari menyelamatkan diri. Barang-barang gak sempat diselamatkan. Yang penting keluarga selamat. Sekarang rumah sudah gak mungkin dihuni lagi,” ujarnya dengan nada putus asa.


    Ia juga mengungkapkan bahwa longsor sebelumnya pernah terjadi, namun tidak separah kali ini. “Pernah longsor, tapi cuma lumpur masuk ke rumah. Sekarang ini kerusakannya benar-benar parah.


    Warga saat ini sangat membutuhkan bantuan makanan pokok, terutama beras. “Kalau bantuan pakaian sudah ada, tapi yang lebih dibutuhkan itu makanan sama beras. Buat makan sehari-hari saja susah,” kata Sujatna.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +