-->
  • Jelajahi

    Copyright © Lintas-7
    Lintas-7

    Menu Bawah

    Iklan

    Gubernur Jawa Barat Apresiasi Keberhasilan Polres Bogor Ungkap Kasus Narkoba

    lintas-7
    09 February 2025, 14:16 WIB Last Updated 2025-02-09T07:16:33Z

    Hilman Budi Setiawan. Jurnalis


    Foto. Gubernur Jawa Barat terpilih, H. Dedi Mulyadi, S.H., mengunjungi Polres Bogor.


    Lintas-7.com - Bogor. Gubernur Jawa Barat terpilih, H. Dedi Mulyadi, S.H., mengunjungi Polres Bogor pada hari ini untuk memberikan apresiasi atas kinerja luar biasa yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian setempat. 


    Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, di Mapolres Bogor. Minggu (9/2/2025).


    Gubernur Dedi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas keberhasilan Polres Bogor dalam mengungkap jaringan pabrik narkotika golongan 1 jenis tembakau sintetis. 


    Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga sebuah langkah krusial dalam melindungi masa depan generasi muda dari bahaya narkoba.


    "Polres Bogor telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Pengungkapan ini adalah bukti konkret bahwa kita serius dalam memberantas peredaran narkoba,” kata Dedi.


    Dia berharap agar keberhasilan ini menjadi contoh bagi seluruh jajaran kepolisian di Jawa Barat dalam memperkuat pemberantasan kejahatan.


    Dedi lalu yang didampingi Wakil Bupati Bogor terpilih Ade Jaro sempat menanyakan awal mula pengungkapkan kasus itu. 


    Gimana diungkap 1 ton itu, 1 ton itu gabah loh pak, ini narkoba 1 ton," tanya Dedi Mulyadi.


    AKBP Rio pun mengatakan, kasus itu berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di salah satu rumah kontrakan di Sentul, Bogor.


    Mereka mengontrak di wilayah Sentul selama satu bulan, lalu dua minggu sebelum penangkapan ada informasi dari masyarakat ada barang mencurigakan masuk pada jam satu malam," kata AKBP Rio.  


    "Setelah kita cek ke Ketua RT dan RW, ternyata selama tinggal di tempat itu para pelaku tidak pernah melapor dan menyerahkan identitas," tambahnya.


    AKBP Rio juga menjelaskan, dua dari empat pelaku telah diamankan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Jabar dan Bareskrim untuk memburu dua pelaku lainnya. 


    Selain itu, AKBP Rio menjelaskan dua pelaku yang diamankan diketahui memiliki KTP Jakarta.  


    Dalam kesempatan itu, AKBP Rio juga menjelaskan, barang haram tersebut diolah dengan prekursor yang didatangkan secara ilegal dari negara China. 


    "Jadi tembakaunya itu dari Banjar Negara terus prekursor nya itu untuk membuat itu ada dari China. Prekursor itu bahan kimia yang diciptakan untuk sebagai pemantik tembakau tersebut," kata Rio menjelaskan.


    Lalu per gram dari ganja itu dijual pelaku seharga Rp 350.000. 


    Menurut Dedi, keberhasilan polisi tersebut telah menyelamatkan banyak generasi muda. 


    Tidak hanya membahas soal pengungkapan kasus narkoba, Gubernur Dedi juga meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan Kapolres Rio Wahyu tentang berbagai isu lain yang tengah dihadapi oleh masyarakat Bogor.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +